Bergerak Namun Apatis
Satu dari sekian teguran dan hikmah yang Allah beri ternyata tidak hanya menjadi sapaan khas ketika manusia berproses, namun juga menjadi satu batu loncatan untuk hamba-nya
berprogres.
Ada ungkapan dari seorang pendaki gunung bercerita bahwa ketika di tengah pendakian lelah menaklukan raga, ada angan pemandangan indah yang dijanjikan dari para pendaki lainnya. Sama halnya ketika manusia merasakan lelah dengan problematika yang dihadapi dan ingin berhenti, ada kejadian kejadian kecil yang mendorong kita untuk bangkit bahkan lari lebih kencang lagi.
Bergerak dalam artian tidak diam untuk kebaikan diri sendiri maupun kebaikan orang lain artinya harus ada paling tidak waktu dan tenaga yang dikerahkan. Dan Apatis dalam artian tidak peduli dan diam seperti tidak ada yabg terjadi dan mengungguli rasa ego diri sendiri agar tentram dalam kenyamanan pribadi.
Lalu apakah manusia yang bergerak akan selalu berdampak baik untuk orang lain? Jawabannya tidak. Manusia yang bergerak dan bisa menebar manfaat bagi orang lain tentu tidak hanya bergerak tapi juga meninggalkan jejak kebaikan dan inovasi dalam bentuk kiprah abdinya kepada masyarakat pun sesama. Dan ketika manusia bergerak namun tetap saja mementingkan ego dan kemauan sendiri terjadilah suatu peristiwa yang dipanggil "dia bergerak namun Apatis" .
Sejatinya, dua hal itu memang bertolak belakang, tentu akan menimbulkan presentase besar jika kita membandingkan dua hal yang tidak satu kubu itu. Maka ketika kita ingin mencari kesadaran apakah kita termasuk Bergerak bermanfaat atau bergerak namun Apatis mungkin bisa kita lakukan evaluasi terhadap nilai perkembangan yang sudah kita lakukan. Namun ada hal yang perlu kita ingat, kembalilah kepada titik nol dan jangan lupa segala pengakuan hanya menjadi hak pencipta.
Dalam bahasa Arab ada satu ungkapan
تحرك، فإن في الحركة بركة
Bergeraklah, sesungguhnya dalam pergerakan (progresmu) ada sebuah berkah
Tak sedikit yang kaget ketika dituntut Bergerak jika mereka berangkat dari situasi biasa biasa saja, bisa dikatakan tidak terlalu sibuk. Namun ketika kita berinsiatif mengambil langkah untuk tidak diam saja dan diniati dengan ikhlas ridho lillahi ta'ala akan ada satu kebaikan yang kita dapatkan, untuk masalah bermanfaat atau Apatis selain berikhtiar kita pun bisa memohon bimbingan kepada sang maha pembimbing alam, memohon untuk langkah gerak kita diarahkan ke arah yang bermanfaat.
Pilihan bergerak atau Apatis ada di tangan kita, bergerak namun Apatis pun akan menjadi pilihan kita, tapi yakinlah suatu hal bahwa Allah tidak akan diam melihat hamba yang dikasihiNya apatis begitu saja.
Wallahu a'lam bishowab


Great note..subhanallah
ReplyDelete